Tips Menulis Essay Agar Lolos Seleksi Administrasi LPDP



 Menulis essay adalah salah satu persyaratan administrasi untuk mendaftar Beasiswa Prestasi Indonesia (BPI) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Ada dua essay yang disyaratkan oleh LPDP, yang pertama adalah essay “Sukses Terbesar Saya dalam Hidup” dan “Konstribusi Saya bagi Bangsa Indonesia”. Yuk kita bedah satu-satu.
 
Dalam essay Sukses Terbesar, hal yang ingin dilihat adalah bagaimana kita memaknai kesuksesan dalam hidup kita. Sebab, makna sukses bisa dinilai dari berbagai sudut pandang, bisa materi maupun nonmateri. Ada beberapa awardee yang menuliskan bahwa kesuksesan terbesarnya adalah telah berhasil menjadi inkubator bisnis atau menemukan teknologi tepat guna di usia muda. Ada juga yang menilai bahwa kesuksesan adalah ketika berhasil melakukan hal kreatif dalam keterbatasan (kondisi fisik, finansial), dan sebagainya. 

Semua boleh-boleh saja, namun ada yang perlu diperhatikan dalam essay ini bahwa kesuksesan yang kamu raih memiliki dampak bagi orang di sekitarmu. Bahwa kesuksesan kamu juga mengangkat orang lain ke tingkat yang lebih tinggi. Filosofinya, kamu belum bisa dibilang sukses kalau yang naik cuma kamu sendirian, sementara orang di sekelilingmu ajeg dalam ketertinggalan.

Maka, galilah lagi ke dalam dirimu, apa nilai terbesar dalam dirimu yang sekiranya kini memberi dampak bagi orang lain dan membuat kamu menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Di sinilah, kesuksesanmu dinilai menebar inspirasi. Saya sendiri sempat kebingungan dan merasa minder saat harus menulis essay tentang kesuksesan terbesar dalam hidup saya. Saya merasa belum banyak melakukan apa-apa. Siapalah saya? Saya hanya karyawan biasa, bukan aktivis lingkungan, bukan pegiat pendidikan, bukan juga inovator besar apalagi motivator. 

Tapi kemudian saya menemukan bahwa saya sangat mencintai bahasa Indonesia dan menggeluti profesi di bidang ini sejak delapan tahun lalu, yaitu sebagai editor. Dan ternyata dengan menjadi editor itu saya punya kontribusi dalam melestarikan bahasa Indonesia dan mengajarkan serta menginspirasi orang lain untuk mencintai bahasa Indonesia. Karena itu, topik inilah yang saya angkat dalam essay saya.

Essay kedua tentang kontribusi bagi negeri, mencakup kontribusi nyata yang telah, sedang, dan akan kita berikan bagi bangsa kita. Sama dengan saat menulis essay, saya juga sempat kebingungan mau menulis apa. Saya kemudian mencoba membuat tulisan yang in line dengan tulisan saya di Rencana Studi (soal Rencana Studi akan kita bahas di post yang lain yah!). Di rencana studi, saya menuliskan misi dan visi saya akan terwujudnya masyarakat bermedia yang cerdas di Indonesia. Nah, ini yang menjadi benang merah tulisan di essay Kontribusi. Saya coba merefleksikan apa-apa saja yang telah, sedang, dan akan lakukan demi terwujudnya masyarakat media yang baik di Indonesia.

Satu hal yang penting untuk diketahui dalam menuliskan essay Sukses Terbesar maupun Kontribusi adalah jadilah diri sendiri. Tuangkan apa adanya diri kamu dalam tulisan kamu, tidak perlu melebih-lebihkan atau mengada-ada, sebab semua akan dikonfirmasi saat Seleksi wawancara. Kalau kamu menuliskan sebagaimana adanya di essay, kamu akan mudah sekali melewati seleksi wawancara dan tidak perlu menjawab pertanyaan dengan berbusa-busa untuk bisa meyakinkan tim penilai bahwa kamu adalah orang yang mereka cari.

Selain itu, buatlah essay dari jauh-jauh hari supaya maksimal, jangan mepet-mepet deadline pendaftaran. Take your time to find your inspiration, tuangkan dalam tulisan. Baca-baca lagi, perbaiki, kalau perlu minta teman atau mentor kamu untuk membaca tulisanmu. Biar hasilnya perfecto!

Nah, tunggu apa lagi? Ayo tulis essaymu sekarang! Semangat dan semoga sukses!

_________________________________________
Ditulis oleh Pratiwi Utami
PK-45 “Gelora Nusantara”
Master candidate at Monash University, Melbourne

Nor Ismah

Genta | Gelora Nusantara | Persiapan Keberangkatan angkatan 45 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Indonesia