Tips Mendapatkan Beasiswa LPDP




And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could..
(Robert Frost, The Road Not Taken)

Secara garis besar, ada dua tahapan seleksi beasiswa LPDP yang harus kita lalui. Untuk lebih mudahnya, tips ini akan saya bagi menjadi dua bagian sesuai tahapan tersebut.

Tahapan Seleksi Administratif
Pada tahapan ini ketelitian kita sangat dibutuhkan dalam melengkapi dokumen yang diminta. Jangan menganggap remeh hal-hal kecil di tahapan ini ya karena akibatnya bisa saja kita sudah tertolak di babak awal seleksi ini.
1.       Daftar
Karena kesempatan beasiswa tidak akan datang dengan sendirinya, sudah pasti langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mendaftar.  Siapkan diri sebaik-baiknya dan beranikan diri untuk memulai. Jadi, daftar ya guys!
2.      Menentukan Skema Beasiswa LPDP
Ada beberapa skema beasiswa yang ditawarkan oleh LPDP, yakni Beasiswa Magister dan Doktor, Beasiswa Tesis dan Disertasi, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis, dan Presidential Scholarship. Ingat, masing-masing skema memiliki ketentuan dan persyaratan yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, sempatkanlah untuk membaca setiap skema beasiswa supaya kita dapat menentukan skema mana yang paling cocok buat kita.
3.      Memenuhi Persyaratan
Sesudah tahu skema mana yang sesuai, perhatikan persyaratan yang dicantumkan. Ketelitian sangat diperlukan agar kita tidak melakukan kesalahan yang meskipun kecil akan berakibat fatal. Contoh, LPDP mensyaratkan pelamar dengan tujuan sekolah ke luar negeri, untuk menyertakan surat keterangan berbadan sehat dan bebas narkoba, surat keterangan bebas TBC yang dinyatakan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah. Jadi, jangan sampai kita meminta surat keterangan sehat tersebut dari dokter keluarga, puskesmas, atau klinik. Sayang kan, kalau gara-gara persoalan yang sepertinya sepele, tapi kita dicoret dari daftar potensial penerima beasiswa.
Persyaratan lain yang tak kalah penting adalah Bahasa Inggris. LPDP mewajibkan pelamarnya memiliki skor TOEFL ITP, IELTS atau TOEIC dengan jumlah tertentu sesuai masing-masing skema. IELTS dan TOEFL IBT memang mahal, tapi buat kita yang mau mendaftar kuliah ke luar negeri, kedua test tersebut merupakan keharusan yang tidak bisa ditawar. Namun jangan khawatir, kita tetap bisa mendaftar LPDP dengan hanya memiliki TOEFL ITP. IELTS bisa diusahakan belakangan karena LPDP memberi kesempatan setahun untuk kita mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) dari universitas jika kita berhasil menjadi awardee LPDP.
4.     Esai
Penulisan esai adalah persyaratan unik LPDP. Ingat, sebisa mungkin kita menulis sendiri esai kita. Karena kita yang paling tahu tentang diri kita. Tulislah dengan jujur, apa adanya, namun menggambarkan secara lengkap kontribusi dan prestasi yang kita miliki. Judul esai yang diminta LPDP ada dua, pertama, tentang ‘Sukses Terbesar dalam Hidup Kita’, dan kedua, tentang ‘Kontribusi Kita untuk Indonesia’.
5.      Periksa sebelum submit
Sebelum mendaftar online, sebaiknya kita memastikan bahwa kita sudah siap dengan isian data yang akan kita masukkan dan dokumen yang akan kita unggah. Tuliskan dengan benar data-data seperti data diri, riwayat pekerjaan dan pendidikan berikut tahun dan bulan. Unggah semua dokumen yang disyaratkan sesuai dengan kolomnya masing-masing. Sebelum submit, periksa sekali lagi atau jika perlu, mintalah sahabat atau orang terdekat untuk bantu memeriksa apakah formulir online yang kita isi sudah benar. Pastikan juga dokumen yang diunggah sudah sesuai dengan mengklik dokumen tersebut dan mengunduhnya kembali. Lebih baik sedikit repot daripada menyesal di kemudian hari kan?

Tahapan Seleksi Substantif
Jika kita dinyatakan lulus seleksi administratif, maka kita akan mendapat pemberitahuan seleksi selanjutnya, yakni seleksi substantif yang meliputi pemeriksaan dokumen, wawancara, penulisan esai, dan leaderless Group Discussion. Seluruh peserta seleksi akan dibagi ke dalam kelompok-kelompok dengan waktu seleksi antarkelompok yang berbeda-beda. Kita dapat melihat detil pembagian kelompok dan waktu tes pada email yang kita terima. Jadi, perhatikan dengan seksama kapan waktu tes kita supaya bisa datang tepat waktu dan mengikuti ragkaian seleksi substantif dengan baik.
1.     Pemeriksaan dokumen
Pada tahap ini, sebelum berangkat menuju tempat tes, pastikan dokumen yang kita bawa sudah lengkap. Pengalaman saya kemarin, karena kelupaan membawa KTP saya harus balik lagi dan itu sangat merepotkan, mengganggu konsentrasi, dan merusak mood karena panik.
2.    Wawancara
Nah, ini tahapan yang paling membuat perasaan jungkir balik. Meski grogi setengah mati, sebisa mungkin jangan ditunjukkan. Berdoa dan ngobrol terlebih dahulu dengan peserta lain sebelum waktu tes akan sangat membantu untuk melepas ketegangan. Jika sudah tiba waktunya, masuklah dengan percaya diri dan senyum di wajah. Jawab pertanyaan dengan jelas dan tegas. Ada tiga pewawancara yang akan menguji dengan keahlian mereka masing-masing. Dari pengalaman saya, untuk beasiswa doktor, pertanyaan tentang proposal disertasi paling banyak diajukan. Tunjukkan keunggulan dan keunikan kita. Usahakan pewawancara mendapatkan gambaran bahwa kita terlibat dengan kegiatan kemasyarakatan dan organisasi. Untuk pelamar beasiswa luar negeri, sesi wawancara kebanyakan dilakukan dalam bahasa Inggris. Intinya, keep calm and show you know what you’re doing!
3.    Penulisan esai
Pada tahap ini kita akan diberi dua topik yang harus dipilih salah satu. Pilih topik yang paling kita kuasai. Mengikuti perkembangan terkini di media massa akan membantu kita mendapatkan ide menulis, karena biasanya topik yang diberikan tidak jauh-jauh dari itu.
4.   LGD (Leaderless Group Discussion)
Sesuai namanya, ini adalah diskusi kelompok tanpa pimpinan. Jangan sampai kita mendominasi diskusi sehingga terkesan egois. Bicarakan dengan kelompok terlebih dahulu bagaimana mekanisme diskusi nanti karena LPDP tidak memberikan panduan bagaimana diskusi dilaksanakan. Tim pengawas diskusi dari LPDP hanya akan mengawasi jalannya diskusi, memberikan tanda kapan mulai dan berakhir. Salah seorang dapat mengambil posisi sebagai notulen dan bertugas menyampaikan kesimpulan. Pastikan setiap peserta kelompok mendapat kesempatan berbicara. Memotong saat peserta lain menyampaikan pendapat harus dihindari. Tunggulah saat seluruh peserta selesai berbicara baru kita bisa menyatakan pendapat atau ketidaksetujuan kita atas pendapat orang lain. Sepakati berapa lama seseorang dapat berbicara saat round pertama, misalnya satu menit, sehingga tersedia waktu untuk berdiskusi dan berargumen kembali.

Setelah kita mengikuti rangkaian seleksi substantif, kita tinggal menunggu hasil akhirnya. Pemberitahuan biasanya diumumkan melalui akun pendafataran kita pada website LPDP dan lewat email. Jika kita lulus, tinggal tunggu panggilan resmi dari LPDP untuk bergabung dengan teman-teman awardee lainnya. Semoga sukses ya. Salam Gelora! 

_________________________________

Ditulis oleh Lena Hanifah 
PK-45 "Gelora Nusantara"
Doctoral Program at UNSW Australia 

Nor Ismah

Genta | Gelora Nusantara | Persiapan Keberangkatan angkatan 45 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Indonesia