Menyapa Indonesia: Rumah Baca untuk Papak


‘Menyapa Indonesia’ adalah program pengembangan masyarakat prakarsa para penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Program ini merupakan wujud dari misi LPDP untuk melahirkan pemimpin masa depan yang dekat dengan masyarakat. 

‘Menyapa Indonesia’ sudah dimulai sejak awardee LPDP Persiapan Keberangkatan (PK) angkatan ke-35. Ada tiga desa yang terlibat dalam program ini, yaitu desa Ramea dan desa Cikumbueun di kabupaten Pandeglang Banten, dan desa Hargotirto di kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Desa Ramea dan Cikumbueun digarap oleh awardee PK 35—40, sementara desa Hargotirto dikembangkan oleh awardee PK 41—44.

Awardee PK angkatan ke-45 yang menamakan diri ‘Gelora Nusantara’ mendapat amanah untuk bekerja sama dengan masyarakat desa Kalirejo, kecamatan Kokap, kabupaten Kulonprogo dalam program ‘Indonesia Menyapa’. Desa yang terletak di wilayah perbukitan ini ditinggali oleh 4059 jiwa penduduk dengan 60% di antaranya termasuk dalam keluarga miskin. Terdiri atas sembilan pedukuhan yang saling berjauhan lokasinya, jalanan desa Kalirejo berkondisi naik turun dan rusak. 

Dari hasil assessment yang kami lakukan bersama dengan kepala desa dan perwakilan masyarakat Kalirejo, ‘Indonesia Menyapa’ PK-45 akan bergerak di dua bidang garapan. Pertama, bidang pendidikan. Hal ini senada dengan pernyataan Eko Praseto, direktur utama LPDP, bahwa investasi yang baik adalah investasi jangka panjang, salah satunya di ranah pendidikan. Melalui pendidikan, kita dapat mengembangkan sikap dan perilaku masyarakat yang pada akhirnya akan berdampak positif pada sektor yang lain, seperti sektor ekonomi dan budaya. 

Di desa Kalirejo terdapat fasilitas pendidikan TK, SD, SMP dan satu kelompok karang taruna. Namun demikian, budaya baca dan kesadaran masyarakat untuk melanjutkan pendidikan masih sangat rendah. Angka buta huruf juga masih tinggi. Berawal dari persoalan ini, program ‘Indonesia Menyapa’ berencana menginisiasi Rumah Baca di salah satu dukuh di desa Kalirejo. Rumah Baca ini nantinya akan menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat desa. 

Langkah pertama yang kami lakukan adalah menentukan salah satu dukuh sebagai pusat pendidikan, yaitu dukuh Papat. Pemilihan dukuh ini didasarkan pada lokasinya yang strategis karena dekat dengan pusat administrasi desa dan memiliki kontur wilayah yang datar. Tak heran jika warga desa dari pedukuhan yang lain sering melewati dukuh Papat, dukuh tempat Rumah Baca desa Kalirejo akan didirikan.

Selanjutnya, setiap awardee PK-45 akan mendonasikan minimal 2 buku untuk Rumah Baca, di samping bekerja sama dengan beberapa penerbit di Yogyakarta untuk pengadaan buku. Tim ‘Gelora Nusantara’ juga sudah menjalin kerja sama dengan komunitas taman baca se-Yogyakarta guna mendukung keberlangsungan, memperkuat jaringan, dan meningkatkan kapasitas warga yang akan mengelola Rumah Baca. Untuk database katalog buku dan keperluan administratif yang lain, Rumah Baca akan dilengkapi dengan satu set komputer.

Kedua adalah sektor ekonomi, dengan pertimbangan bahwa desa Kalirejo memiliki sumber daya alam berupa kayu dan tanaman pohon kelapa yang cukup melimpah. Sayangnya, potensi ini belum digarap dengan baik, misalnya, dengan mengembangkan usaha furniture dan pengolahan kelapa. Upaya ini diharapkan dapat menambah peluang pendapatan masyarakat, di samping sebagai petani nderes (nira kelapa) dan beberapa orang sebagai tukang kayu. 

Dari sektor ekonomi, program ‘Menyapa Indonesia’ di desa Kalirejo akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia, yaitu dengan melatih masyarakat potensial untuk mengembangkan usaha furniture dan pengolahan kelapa menjadi jemplang. Pelatihan ini akan melibatkan warga laki-laki dan perempuan berdasarkan minat dan keahlian masing-masing. Setelah nanti warga desa berhasil memproduksi furniture dan jemplang, tim ‘Gelora Nusantara’ akan membantu pemasarannya baik secara langsung maupun online. 

‘Menyapa Indonesia’ PK-45 juga akan melibatkan pihak swasta dan pemerintah dalam program peningkatan kapasitas masyarakat dan pemasaran produk yang dihasilkan, serta kesempatan open volunteer, terutama di wilayah Yogyakarta. Dengan demikian, ‘Menyapa Indonesia’ dapat menjadi program bersama, dan ‘Gelora Nusantara’ PK-45 LPDP dapat menjadi inspirasi, dari generasi muda Indonesia untuk memajukan tanah air tercinta. 

Andri Zainal Kari

Genta | Gelora Nusantara | Persiapan Keberangkatan angkatan 45 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan Indonesia